Page 23 - https___jdihkemdikbudgoid_sjdih_siperpu_dokumen_salinan_salinan_20220211_105800_Salinan Permendikbudristek Nomor 7 Tahun 2022_JDIH_220212_135409
P. 23

- 10 -



                                            hal ini, sepuluh perintah Allah dapat dijadikan pedoman
                                            untuk mencapainya; dan

                                      f)    tuntunan suara hati. Sebagai makhluk yang fana dan
                                            lemah, tidak luput dari nafsu duniawi yang kerap kali

                                            dapat  merusak  relasi  dengan  dirinya  sendiri,  dengan

                                            sesama,  dengan  Tuhan.  Oleh  karena  itu,  manusia
                                            dipanggil  untuk  selalu  belajar  mendengarkan  suara

                                            Tuhan, sebagaimana ada dalam hati nurani.

                           d.   Pendidikan Agama Hindu
                                1)    Kitab Suci Weda sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-

                                      hari  yang  diwujudkan  melalui  pengenalan  karakter  tokoh-

                                      tokoh  pada  cerita  Ramayana  dan  Mahabharata,  serta
                                      pemahaman Kitab Suci Weda sebagai sumber hukum Hindu

                                      yang berupa Sruti dan Smerti, agar dapat diterapkan sebagai

                                      landasan  dalam  berpikir,  berucap,  berperilaku,  dan
                                      bertindak, baik di rumah, di sekolah, maupun di lingkungan

                                      sekitar;

                                2)    Sraddha  dan  Bhakti  yang  diwujudkan  dengan  keyakinan
                                      kepada  Hyang  Widhi  Wasa  sebagai  pencipta  alam  semesta

                                      beserta isinya sehingga manusia dapat menghormati sesama

                                      ciptaan-Nya,  Tri  Murti  sebagai  manifestasi  Hyang  Widhi
                                      Wasa  yang  memiliki  kemahakuasaan  dalam  wujud  Cadhu

                                      Sakti  yang  menciptakan  Panca  Mahabhuta  sebagai  unsur
                                      pembentuk  alam  semesta,  serta  mempraktikan  ajaran

                                      Karmaphala sebagai hukum sebab akibat dalam kehidupan

                                      sehari-hari agar menjadi insan yang berakhlak mulia;
                                3)    pengamalan  ajaran  Susila  (konsepsi  dan  aplikasi  akhlak

                                      mulia dalam Hindu) melalui penerapan Tri Kaya Parisudha

                                      dalam  kehidupan  sehari-hari,  mewujudkan  Tri  Parartha
                                      untuk  mencapai  kebahagiaan  dan  kesejahteraan  hidup,

                                      melakukan  perbuatan  Subha  Karma  dan  menghindari
                                      perbuatan  Asubha  Karma,  menunjukkan  contoh  perilaku

                                      sesuai  tahapan  Catur  Asrama,  menghormati  Catur  Guru

                                      dalam  kehidupan  di  keluarga,  masyarakat,  bangsa,  dan
                                      negara,  serta  mewujudkan  sikap  menghargai  keragaman,

                                      persaudaraan,  dan  toleransi  umat  beragama  sebagai

                                      implementasi ajaran Tat Twam Asi;



                                                                                   jdih.kemdikbud.go.id
   18   19   20   21   22   23   24   25   26   27   28