Page 38 - https___jdihkemdikbudgoid_sjdih_siperpu_dokumen_salinan_salinan_20220211_105800_Salinan Permendikbudristek Nomor 7 Tahun 2022_JDIH_220212_135409
P. 38

- 25 -



                                2)    Yesus Kristus
                                      a)    inti iman Katolik adalah iman akan Yesus Kristus. Inti

                                            iman     Katolik    adalah      iman     akan     Allah    yang
                                            menyelamatkan  manusia  dalam  dan  melalui  Yesus

                                            Kristus.  Maka  beriman  kepada  Allah  berarti  percaya

                                            kepada  Yesus  Kristus  sebagai  pemenuhan  janji  dan
                                            sekaligus  wujud  Allah  yang  menjelma  menjadi

                                            manusia.  Iman  itu  dinyatakan  dengan  kesediaan

                                            menjadi murid-Nya dan siap menjadi utusan-Nya;
                                      b)    mengenal pribadi Yesus Kristus. Langkah awal untuk

                                            dapat beriman kepada Yesus Kristus adalah mengenal

                                            pribadi-Nya,  siap  menjadikan  Dia  sebagai  teladan
                                            dalam upaya mengembangkan diri;

                                      c)    Yesus  Kristus  mewartakan  kerajaan  Allah.  Inti

                                            pewartaan Yesus Kristus tentang kerajaan Allah berisi
                                            pewahyuan  tentang  siapa  Allah  dan  apa  yang

                                            dikehendaki-Nya.  Hal  itu  disampaikan  Yesus  Kristus,

                                            baik melalui pengajaran (melalui sabda-sabda-Nya dan
                                            melalui perumpamaan), maupun tindakan-Nya (melalui

                                            mukjizat  dan  terutama  melalui  sengsara,  wafat,

                                            kebangkitan  serta  kenaikan-Nya  ke  surga),  dengan
                                            harapan setiap orang yang mendengar dan melihat-Nya

                                            percaya kepada Allah; dan
                                      d)    peran Roh Kudus dalam gereja. Kenaikan Yesus Kristus

                                            ke  surga,  tidak  memutuskan  relasi  manusia  dengan

                                            Allah  maupun  dengan  diri-Nya.  Sebab,  sebelum
                                            kenaikan-Nya ke surga, Yesus menjanjikan Roh Kudus

                                            untuk  menyertai  perjalanan  hidup  para  murid-Nya.

                                            Roh  Kudus  itulah  yang  menjadi  daya  hidup  masing-
                                            masing pribadi, maupun gereja hingga saat ini.

                                3)    Gereja

                                      a)    hakikat  gereja.  Iman  pertama-tama  merupakan  relasi
                                            pribadi, tetapi sekaligus diwujudkan dalam kehidupan

                                            bersama      dengan      orang     lain   yang     sama-sama
                                            mengimani Yesus Kristus. Maka Gereja dapat dimaknai

                                            sebagai  persekutuan  (komunitas)  orang  yang  percaya

                                            akan  Yesus  Kristus.  Sebagai  komunitas  yang  hidup,



                                                                                   jdih.kemdikbud.go.id
   33   34   35   36   37   38   39   40   41   42   43