Page 37 - https___jdihkemdikbudgoid_sjdih_siperpu_dokumen_salinan_salinan_20220211_105800_Salinan Permendikbudristek Nomor 7 Tahun 2022_JDIH_220212_135409
P. 37

- 24 -



                           c.   Pendidikan Agama Katolik
                                1)    Pribadi Peserta Didik

                                      a)    manusia  sebagai  citra  Allah  yang  unik.  Setiap  orang
                                            dipanggil untuk mampu menyadari dan menerima diri

                                            sebagai pribadi yang diciptakan Allah baik adanya, dan

                                            yang  telah  diangkat  martabatnya  sebagai  citra-Nya
                                            yang memiliki keunikan, baik sebagai perempuan atau

                                            sebagai laki-laki. Hal tersebut merupakan modal dasar

                                            untuk mengembangkan sikap bersyukur atas kebaikan
                                            Tuhan      serta    menjadi      kekuatan      untuk      dapat

                                            bersosialisasi dengan sesama dengan percaya diri;

                                      b)    manusia  memiliki  kemampuan  dan  keterbatasan.
                                            Manusia juga dipanggil untuk menyadari bahwa dirinya

                                            memiliki      kemampuan          sekaligus       keterbatasan.

                                            Kemampuan  yang  dimiliki  selayaknya  mendorong
                                            dirinya  untuk  tidak  sombong  melainkan  agar  terus

                                            mengembangkan            diri     semaksimal         mungkin.

                                            Sebaliknya,      keterbatasan      selayaknya       mendorong
                                            dirinya  untuk  tidak  minder,  tetapi  menjadikan

                                            kekurangan  sebagai  kekuatan  untuk  lebih  bekerja

                                            keras meraih prestasi;
                                      c)    peran sesama dalam mengembangkan diri. Tak seorang

                                            pun dapat mengembangkan diri tanpa peran orang lain,
                                            baik  mereka  yang  tinggal  bersama  dalam  keluarga,

                                            teman  sebaya,  orang-orang  yang  ada  di  lingkungan

                                            sekolah, dan jemaat beriman (gereja). Kesadaran akan
                                            peran  orang  lain  itu  sudah  seharusnya  mendorong

                                            setiap  orang  untuk  bersikap  positif  terhadap  mereka,

                                            memperhatikan mereka dan terlibat dalam kehidupan
                                            mereka; dan

                                      d)    cita-cita  hidup.  Pengembangan  diri  perlu  berorientasi
                                            ke masa depan, sebaliknya masa depan dapat menjadi

                                            pengarah      dalam      mengembangkan           diri    secara

                                            bertanggung jawab. Maka memiliki cita-cita merupakan
                                            langkah awal menuju cita-cita hidup.







                                                                                   jdih.kemdikbud.go.id
   32   33   34   35   36   37   38   39   40   41   42