Page 59 - https___jdihkemdikbudgoid_sjdih_siperpu_dokumen_salinan_salinan_20220211_105800_Salinan Permendikbudristek Nomor 7 Tahun 2022_JDIH_220212_135409
P. 59

- 8 -




                           c.   Pendidikan Agama Katolik
                                1)    Pribadi Peserta Didik

                                      a)    manusia  makhluk  pribadi.  Kesadaran  diri  sebagai
                                            makhluk pribadi yang unik dan yang bermartabat luhur

                                            sebagai  citra  Allah,  tidak  hanya  mendorong  manusia

                                            untuk  bersyukur  dan  mengembangkan  diri  secara
                                            optimal tetapi mengharuskan dari dalam dirinya sendiri

                                            untuk menghormati keluhuran martabat sesama.  Maka

                                            tindakan  perendahan  martabat  orang  lain  pada
                                            dasarnya       merupakan         penyangkalan          terhadap

                                            keluhuran martabat manusia;

                                      b)    manusia  makhluk  otonom.  Selain  sebagai  makhluk
                                            pribadi, manusia juga makhluk otonom, yang memiliki

                                            kebebasan untuk bertindak. Gereja mengajarkan bahwa

                                            otonomi  manusia  itu  hendaknya  diarahkan  untuk
                                            memilih  yang  baik  dan  benar,  yang  sesuai  dengan

                                            kehendak Allah. Berkat hati nurani yang dianugerahkan

                                            Allah kepada dirinya, manusia dipanggil untuk bersikap
                                            kritis dalam menghadapi berbagai tawaran yang datang

                                            kepadanya; dan

                                      c)    panggilan hidup manusia. Sambil mengembangkan diri
                                            sebagai  makhluk  pribadi  dan  otonom,  manusia  juga

                                            dipanggil  untuk  hidup  berbahagia.  Kebahagiaan
                                            tersebut  dapat  dicapai  melalui  penghayatan  berbagai

                                            bentuk panggilan hidup, baik hidup berkeluarga, hidup

                                            bakti dan religius, atau dengan menekuni karya/profesi
                                            yang digeluti.

                                2)    Yesus Kristus

                                      a)    misi  utama  Yesus  Kristus.  Gereja  Katolik  mengimani
                                            bahwa  Yesus  adalah  Anak  Allah  yang  diutus  Bapa

                                            untuk       mengemban          misi      mewartakan          dan
                                            memperjuangkan terwujudnya Kerajaan Allah di dunia.

                                            Bagi Yesus sendiri, misi yang diemban-Nya bukan hal

                                            yang  mudah.  Ia  kerap  kali  harus  berhadapan  dengan
                                            kekuatan  dunia  yang  menghalangi  bahkan  melawan

                                            misi-Nya.  Ia  bahkan  harus  menanggung  risiko

                                            menderita,  sengsara,  bahkan  wafat  disalib  sebagai



                                                                                   jdih.kemdikbud.go.id
   54   55   56   57   58   59   60   61   62   63   64