Page 62 - https___jdihkemdikbudgoid_sjdih_siperpu_dokumen_salinan_salinan_20220211_105800_Salinan Permendikbudristek Nomor 7 Tahun 2022_JDIH_220212_135409
P. 62

- 11 -




                                4)    Masyarakat
                                      a)    hubungan gereja dan dunia. Gereja Katolik menyadari

                                            bahwa  dirinya  merupakan  bagian  integral  dari
                                            dunia/masyarakat. Ia berada di tengah masyarakat dan

                                            bersama      masyarakat.       Kesadaran       ini   membawa

                                            konsekuensi  bahwa  gereja  harus  terlibat  sepenuhnya
                                            dengan     kegembiraan        dan     harapan,     duka      dan

                                            kecemasan masyarakat dunia. Sikap tersebut menjadi

                                            nyata dalam berbagai ajaran sosial gereja;
                                      b)    ancaman degradasi nilai hidup bersama. Modernitas di

                                            satu pihak membawa banyak kemudahan, tetapi di lain

                                            pihak berdampak pada terjadinya degradasi nilai hidup
                                            bersama, sebagaimana nampak dalam maraknya kasus

                                            pelanggaran  hak  asasi  manusia,  lunturnya  budaya

                                            kasih, berkurangnya rasa keadilan. Setiap umat Katolik
                                            dipanggil  untuk  bekerja  sama  dengan  semua  pihak

                                            berusaha  melawan  nilai-nilai  yang  dapat  merusak

                                            tatanan hidup bersama dan mengokohkan kembali nilai
                                            penting  dalam  hidup  bersama  yang  sesuai  dengan

                                            kehendak Allah;

                                      c)    ancaman  terhadap  nilai  hidup  manusia.  Fenomena
                                            kurangnya penghargaan manusia terhadap nilai hidup

                                            dapat ditemukan dalam berbagai kasus aborsi, bunuh
                                            diri,  euthanasia,  diberlakukannya  hukuman  mati,

                                            penyalahgunaan obat, dan sebagainya. Gereja dipanggil

                                            untuk  mewartakan  bahwa  hidup  itu  milik  Allah  yang
                                            harus  dibela  dan  dihormati.  Gereja  dipanggil  untuk

                                            menyerukan kembali gerakan “pro-life”;

                                      d)    pluralitas  agama  dan  persaudaraan  sejati.  Pluralitas
                                            dalam     agama       dan     kepercayaan       sesungguhnya

                                            merupakan  anugerah  dari  Allah,  yang  bila  dikelola
                                            dengan baik dapat menghasilkan hidup yang damai dan

                                            tentram. Gereja mengajak setiap umat Katolik berusaha

                                            mengembangkan  dialog  dan  kerja  sama  antarumat
                                            beragama  dan  berkepercayaan  lain,  yang  dilandasi

                                            sikap hormat terhadap sesama makhluk Tuhan. Hanya

                                            dengan  cara  demikian,  agama  mampu  menjadi



                                                                                   jdih.kemdikbud.go.id
   57   58   59   60   61   62   63   64   65   66   67