Page 66 - https___jdihkemdikbudgoid_sjdih_siperpu_dokumen_salinan_salinan_20220211_105800_Salinan Permendikbudristek Nomor 7 Tahun 2022_JDIH_220212_135409
P. 66

- 15 -




                                      c)    bahwa para nabi, para roh suci (Shen Ming), dan para
                                            leluhur  dapat  dijadikan  teladan,  dengan  berdoa  dan

                                            bersembahyang  kepadanya  akan  merefleksikan  diri
                                            untuk menerapkan keteladanannya.

                                2)    Tata Ibadah

                                      a)    memaknai hakikat upacara bersembahyangan kepada
                                            Tian, Nabi Kongzi, para leluhur, dan para Suci (Shen

                                            Ming) sebagai upaya memperkuat iman dan senantiasa

                                            bersyukur;
                                      b)    makna  agamis  dan  tradisi  serta  budaya  hari  raya

                                            keagamaan mempertebal iman dan keyakinan; dan

                                      c)    bahwa  atribut  yang  digunakan  oleh  rohaniwan
                                            Khonghucu       dalam      melakukan       persembahyangan

                                            berbeda-beda.

                                3)    Perilaku Junzi
                                      a)    bersikap bakti (Xiao) kepada Tian, alam semesta, dan

                                            orang tua dengan selalu hidup dalam  kebenaran dan

                                            cinta  kasih,  Tengah  Sempurna  (Zhong  Yong)  dan
                                            Tengah  Harmonis  (Zhong  Shu)  dalam  mewujudkan

                                            Masyarakat Kebersamaan Agung (Da Dong);

                                      b)    seorang Junzi yang selalu membina diri, tekun belajar,
                                            hidup rukun, toleran, menghargai perbedaan, harmonis

                                            dalam        rangka        menggenapi         kodrat        suci
                                            kemanusiaannya; dan

                                      c)    sikap  mencintai  tanah  air  dan  bangsa  diwujudkan

                                            dengan cara melakukan bakti sosial, memberi bantuan
                                            bagi saudara sebangsa dan setanah air yang tertimpa

                                            bencana atau membutuhkan.

                                4)    Sejarah Suci
                                      a)    meneladani  nilai-nilai  dan  karya  para  nabi,  murid-

                                            murid  Nabi  Kongzi,  raja  suci  serta  tokoh-tokoh
                                            Khonghucu  agar  dapat  memperjelas  sejarah  dan

                                            membangun moral luhur;

                                      b)    bahwa      dengan      mempelajari      agama-agama         dan
                                            kepercayaan  di  Indonesia  akan  dapat  menjunjung

                                            tinggi kebinekaan, keragaman, dan cinta tanah air; dan






                                                                                   jdih.kemdikbud.go.id
   61   62   63   64   65   66   67   68   69   70   71