Page 64 - https___jdihkemdikbudgoid_sjdih_siperpu_dokumen_salinan_salinan_20220211_105800_Salinan Permendikbudristek Nomor 7 Tahun 2022_JDIH_220212_135409
P. 64

- 13 -




                                5)    pemahaman sejarah agama Hindu yang diwujudkan melalui
                                      peninggalan-peninggalan sejarah dan kebudayaan Hindu di

                                      Asia dan dunia untuk menumbuhkan kesadaran global dan
                                      pentingnya  pelestarian  benda-benda  peninggalan  sejarah

                                      dan kebudayaan Hindu.

                           e.   Pendidikan Agama Buddha
                                1)    kekuatan keyakinan (Saddha) mendasari moralitas perilaku,

                                      ucapan, dan pikiran setiap saat dalam puja bakti berbagai

                                      kondisi dan berinteraksi sosial;
                                2)    Kitab  Suci  Tripitaka  dan  teks  literatur  agama  Buddha

                                      lainnya  sebagai  landasan  berpikir  kritis  dalam  berucap,

                                      berpikir, berperilaku, dan bertindak melalui badan jasmani,
                                      ucapan, dan pikiran;

                                3)    tata  cara  teknik  bacaan  Kitab  Suci  Tripitaka,  dan  teks

                                      literatur agama Buddha lainnya sebagai bagian dari praktik
                                      puja;

                                4)    tata  cara  peribadatan  aliran-aliran  dalam  agama  Buddha

                                      dalam  melakukan  puja  bakti  sebagai  keragaman  dalam
                                      melaksanakan puja;

                                5)    perbedaan tata cara beribadat aliran-aliran agama Buddha

                                      untuk  memahami,  memaknai,  dan  menjadi  landasan
                                      berpikir  kritis  adanya  keberagaman  dan  pluralitas  dalam

                                      memahami Buddha Dharma;
                                6)    kehormatan,  moralitas,  empati,  toleransi  dan  nilai-nilai

                                      kemanusiaan  dan  kesetaraan  gender  merupakan  esensi

                                      nilai-nilai spiritual dan makna tujuan beragama;
                                7)    makna  nilai  ajaran  persaudaraan  pasamuan  (Sangha)

                                      menjadi  landasan  sikap  diri  untuk  berinteraksi,  bekerja

                                      sama, dan berkolaborasi dengan inter-antarumat beragama
                                      dan  menjaga  kesatuan  umat  beragama  untuk  keutuhan

                                      bangsa dan negara;

                                8)    Sila  dan  Vinaya  menjadi  landasan  akhlak  kemanusiaan
                                      dalam berinteraksi secara sosial, bernegara, dan berbudaya;

                                9)    kewajiban  perumah  tangga  yang  tahu  akan  kewajiban
                                      masing-masing,  tahu  peranan  masing-masing  merupakan

                                      prinsip dalam mewujudkan keluarga bahagia dan sejahtera

                                      (Hitta Sukkhaya);



                                                                                   jdih.kemdikbud.go.id
   59   60   61   62   63   64   65   66   67   68   69